KontekstualNews—Kolaka, Sulawesi Tenggara| Tim dosen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Wowoli, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka. Kegiatan yang dilaksanakan sejak Bulan Juli sampai September Tahun 2025 ini menitikberatkan pada penerapan teknologi pascapanen serta pelatihan diversifikasi olahan cabai untuk Kelompok Tani Mandiri Sejahtera.
Program ini memperoleh dukungan pendanaan dari Hibah Pengabdian Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, berdasarkan Kontrak Nomor 102/C3/DT.05.00/PM/2025 Tahun Anggaran 2025.
Menurut Fitrianti Handayani, S.P., M.P. selaku Ketua Tim Pengabdian, bahwa Desa Wowoli dikenal sebagai salah satu sentra pertanian cabai di Kabupaten Kolaka, namun para petani kerap menghadapi masalah klasik, terutama anjloknya harga cabai saat panen raya yang menyebabkan hasil panen sering tidak terjual dan bahkan membusuk di lahan.
Lebih lanjut Fitrianti Handayani yang juga menjabat Koordinator Program Studi Agroteknologi USN Kolaka ini menuturkan bahwa selama ini petani menjual cabai langsung ke tengkulak tanpa ada penanganan pasca panen. Akibatnya, ketika harga turun, petani merugi. “Karena itu, kami hadir untuk memberikan solusi melalui teknologi pengolahan dan diversifikasi produk,” Ungkapnya.
Selain Fitrianti Handayani, S.P., M.P., tim dosen lain yang terlibat sebagai anggota pelaksana dalam kegiatan ini yaitu: La Ode Muhsafaat, S.Pt., M.Si, dan Maretik, SP., M.Si. Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa USN dalam rangka mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sebanyak 5 orang mahasiswa terlibat aktif dalam pendampingan, dokumentasi, serta membantu petani dalam praktik langsung penggunaan teknologi pengolahan cabai.
Dalam kegiatan ini, para petani diajarkan teknik mengolah cabai menjadi produk bernilai jual seperti cabai kering, cabai bubuk, dan saus cabai. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan teknologi pengemasan modern menggunakan vacuum sealer serta strategi pemasaran digital melalui media sosial.
Ketua Kelompok Tani Mandiri Sejahtera, Wahrudin, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi petani tentang cara meningkatkan nilai tambah cabai. “Dengan adanya diversifikasi produk, kami tidak lagi hanya bergantung pada harga cabai segar di pasar,” ujarnya.
Menurut Wahrudin, Ia mewakili anggota kelompok tani, mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta kepada Tim Dosen USN Kolaka atas kegiatan pengabdian ini.
Kegiatan PKM ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petani hingga 80 persen, volume penjualan produk olahan, serta mendorong petani lebih melek pemasaran digital. “Harapan kami, ke depan Kelompok Tani Mandiri Sejahtera bisa mandiri dalam mengolah dan memasarkan produk cabai, sehingga kesejahteraan petani di Desa Wowoli semakin meningkat,” tutup Fitrianti.
Tim Dosen USN Kolaka juga memberikan bantuan peralatan kepada Kelompok tani mandiri sejahtera Desa Wowoli untuk pengolahan cabai menjadi barang kemasan
Terkonfirmasi media ini, Kepala Desa Wowoli, Warsito menanggapi adanya Tim Dosen USN Kolaka melaksanakan pengabdian, berupa Pelatihan pengolahan cabai terhadap kelompok tani di Desanya, Ia mengucapkan terimakasih dan apresiasi.
“Semoga kedepannya masyarakat khususnya petani cabai tidak merugi saat nilai jual anjlok, masyarakat dapat mengolah menjadi cabai kemasan yang bernilai jual, bahkan awet bisa disimpan lebih lama. Saat ini banyak usaha UMKM yang membutuhkan cabai dalam kemasan,” Pungkasnya.
(Red/Tim Dosen USN)
Editor: Mel
















