banner 1600458
banner 728x250 banner 1600458 banner 1600458

SEGEMA Kecam Pemda Bombana, Soroti Dinas Peternakan yang Dinilai Abai terhadap Wabah virus Hewan Ternak Warga Poleang Selatan

banner 120x600 banner 1600458
banner 468x60

Loading

KontekstualNews—Bombana| Serikat Gerakan Mahasiswa (SEGEMA) mengecam keras sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, khususnya Dinas Peternakan, yang dinilai kurang memberikan perhatian serius terhadap diduga wabah virus Jembrana yang menyerang hewan ternak milik masyarakat di Kecamatan Poleang Selatan.

banner 325x300

Wabah virus yang menyerang sapi dan kambing milik warga telah menimbulkan keresahan dan kerugian ekonomi yang cukup besar. Namun hingga saat ini, SEGEMA menilai respons Dinas Peternakan Bombana terkesan lamban, tidak sigap dan minim langkah konkret di lapangan. Masyarakat terkesan dibiarkan menghadapi ancaman penyakit ternak tanpa penanganan maksimal, baik berupa pemeriksaan rutin, vaksinasi, maupun pendampingan teknis.

Ketua SEGEMA, Egar Afriman menegaskan bahwa pembiaran ini merupakan bentuk indikasi kegagalan pemerintah daerah dalam menjalankan tanggung jawabnya melindungi keberlangsungan hidup masyarakat, khususnya peternak kecil yang menggantungkan hidupnya dari sektor peternakan. “Ketika hewan ternak warga terserang virus, itu bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut ekonomi rakyat dan ketahanan pangan lokal,” tegasnya, Jumat (19/12/25).

Menurut Egar, sapaan akrab ketua SEGEMA, bahwa Kilas balik pada Oktober 2024 tahun kemarin sebanyak 428 ekor ternak sapi di wilayah Kabupaten Bombana tumbang akibat terserang virus Jembrana, itupun sempat beredar di sejumlah media online Sultra.

SEGEMA juga mempertanyakan keberpihakan Pemda Bombana yang dinilai lebih fokus pada kepentingan lain, sementara nasib peternak rakyat di Poleang Selatan terabaikan. Minimnya sosialisasi, penanganan medis, dan tindakan pencegahan menunjukkan lemahnya keseriusan Dinas Peternakan dalam merespons kondisi darurat tersebut.

Atas dasar itu, SEGEMA mendesak Pemda Bombana dan Dinas Peternakan untuk segera turun langsung ke lapangan, melakukan pendataan menyeluruh, memberikan penanganan medis yang serius terhadap hewan ternak yang terinfeksi, serta memastikan langkah pencegahan agar virus tidak menyebar lebih luas. Jika kelalaian ini terus dibiarkan, SEGEMA menegaskan akan melakukan aksi lanjutan sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakpedulian pemerintah daerah.

Redaksi

Editor :Melky

banner 325x300
banner 1600458

Tinggalkan Balasan