KONTEKSTUALNEWS.COM— KOLAKA, Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional di lingkup PT. Wijaya Inti Lestari (WIL) menggelar upacara peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2025, Senin (20/1/2025).
Peringatan Bulan K3 ini, rutin setiap tahun di laksanakan perusahaan PT. WIL yang beroperasi di wilayah konsesi pertambangan di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
PT. WIL dalam memperingati bukan K3 tahun 2025 mengangkat tema : “PENGUATAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENDUKUNG PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PERTAMBANGAN (SMKP) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS”
Upacara tersebut dihadiri Pjs Kepala Teknik Tambang ( KTT) Agus Salarman beserta seluruh karyawan perusahaan PT. WIL. Dalam sambutanya Agus Salarman mengatakan bahwa Bulan K3 Nasional adalah momentum yang di laksanakan setahun sekali selama satu bulan, mulai tanggal 12 Januari 2025 sampai 12 Februari 2025.
Dengan tema tersebut, Agus Salarman menerjemahkan bahwa budaya Bulan K3 tidak hanya cukup dengan bentuk teriakan, slogan ataupun poster poster yang ada di setiap area lingkungan kerja kita, namun Ia sangat meyakini hal tersebut perlu pembuktian keselamatan kerja juga dapat meningkatkan produktivitas. “Jadi jangan hanya di lingkungan kerja kita terapkan, tapi jadikan ini kebiasaan serta membudayakan K3 dalam diri kita sendiri, sebab tidak ada kata atau istilah terlambat untuk berbenah diri, memperbaiki metode kerja, SOP, dan instruksi kerja,” Ucapnya.
Dikatakan bahwa PT. WIL dalam pengelolaan sumber daya mineral menerapkan penguatan kapasitas SDM dalam mendukung penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan untuk meningkatkan produktivitas
Kegiatan atau aktivitas dalam industri pertambangan tidak bisa pungkiri adanya risiko terjadinya kecelakaan kerja, karena didalam aktivitasnya pertambangan menggunakan padat modal dan padat teknologi. Dengan kesadaran akan terjadinya kecelakaan kerja tersebut industri pertambangan menyiapkan tenaga ahli k3 yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerjanya. Pada prinsipnya kecelakaan kerja dapat terjadi dikarenakan oleh kondisi yang tidak aman serta kegiatan atau aktivitas yang tidak aman.
“PT Waja Inti Lestari (PT WIL) menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sumber daya mineral dengan fokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). Langkah strategis ini menjadi upaya perusahaan untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan sekaligus menjaga keselamatan kerja sebagai prioritas utama,” Ungkap Agus Salarman.
Ia membeberkan, dalam mendukung operasional tambang yang lebih aman dan efisien, PT WIL telah mengadakan berbagai program pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun manajerial karyawannya. Pelatihan ini dirancang untuk memastikan setiap individu memiliki keterampilan yang sesuai dengan standar industri sekaligus mampu mengatasi tantangan operasional secara profesional.
Selain pengembangan SDM, PT WIL juga mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) yang mengacu pada regulasi pemerintah. Melalui sistem ini, PT WIL tidak hanya memprioritaskan keselamatan karyawan, tetapi juga menciptakan budaya kerja yang mengedepankan pencegahan risiko kecelakaan.
Penerapan Ketaatan Penggunaan APD menjadi salah satu langkah konkret PT WIL dalam mendukung keselamatan kerja, hal ini untuk mengurangi potensi bahaya di lapangan.
“Kami percaya bahwa keselamatan kerja dan produktivitas adalah dua hal yang saling mendukung. Dengan membangun kapasitas SDM dan mengadopsi teknologi keselamatan, kami memastikan bahwa operasional tambang tidak hanya efisien tetapi juga berkelanjutan”, Pungkasnya.
Hasil nyata dari upaya ini dapat dilihat melalui penurunan angka kecelakaan kerja dan peningkatan efisiensi produksi di sejumlah area tambang yang dikelola PT WIL. Selain itu, perusahaan juga telah menerima penghargaan atas komitmennya terhadap keselamatan kerja.
“PT WIL terus menunjukkan dedikasi dalam menciptakan tambang yang aman, produktif, menjaga lingkungan. Dengan strategi penguatan SDM dan penerapan sistem keselamatan yang andal, perusahaan optimis dapat memberikan kontribusi positif bagi industri pertambangan di Indonesia,” Tutup Agus.
Red
















