banner 1600458
banner 728x250 banner 1600458 banner 1600458
Daerah  

DPRD Kolaka Support Inovasi Pengolahan Pupuk Organik Kerjasama UPK Organik dan CV Putra Toari Sejahterah

banner 120x600 banner 1600458
banner 468x60

Loading

KontekstualNews—KOLAKA| Mewakili DPRD Kolaka, Ketua Komisi 1, H. Mustajab dan Ketua Komisi II, Trimo menghadiri peresmian Unit Usaha Pengolahan Pupuk Organik ‘UPK Organik” bekerjasama dengan CV Putra Toari Sejahtera, Minggu (26/10/25).

banner 325x300

Kegiatan peresmian bertempat di gedung eks PGRI Kecamatan Toari, hadir Ketua UPK Torodowo Kecamatan Toari Muh. Syahminan yang akrab disapa Anank, diikuti pemuda Hippma Kolsel, Wahyu Ponco mewakili Camat Toari, Tim Verivikasi UPK Torodowo, Kepala UPT Pertanian/ Perkebunan Kecamatan Toari, serta masyarakat tani ternak kambing Kelurahan Ranomentaa dan Desa Ranojaya.

Diamwali dengan sambutan Ketua UPK Torodowo, Muh Syahminan dalam kesempatannya mengatakan, Unit usaha pupuk organik ini berawal dari koordinasi dan diskusi bersama La Agus selaku pelaku usaha pupuk organik yang sudah malang melintang menggagas serta menciptakan produksi pengolahan pupuk organik, bahkan sudah menyuplai ke beberapa perusahaan pertambangan di kabupaten Kolaka, hingga memunculkan ide bagi para pemuda Kecamatan Toari membentuk unit usaha yang berbahan dasar kotoran ternak kambing ini.

“Kami sengaja mengundang kehadiran Bapak H. Mustajab, selain beliau sebagai ketua komisi 1 DPRD Kolaka, juga beliau yang selama ini selalu mensupport para pemuda untuk membuka unit usaha. Kemudian kami juga menghadirkan Bapak Trimo selaku ketua komisi II DPRD Kolaka, sebab usaha pupuk organik ini erat kaitannya dengan kemitraan Komisi II, dengan harapan dapat menjembatani usaha kami bersama Dinas mitra Komisi II, serta dapat memperluas pemasaran usaha pupuk pupuk organik ini,” Terang pria yang pernah memangku ketua KNPI Kecamatan Toari.

Usai dari itu, dilanjutkan dengan sambutan H. Mustajab, mengatakan bahwa kegiatan unit usaha para pemuda ini pentingnya dukungan Pemerintah Setempat dan masyarakat yang merupakan sumber peternak yang menghasilkan bahan dasar kotoran ternak kambing. Ia mengaku secara pribadi apresiasi terhadap para pemuda kecamatan toari yang mau mengembangkan usaha yang erat dengan kearifan lokalnya, sebab dengan banyaknya perusahaan tambang terkhusus kabupaten Kolaka, pasti membutuhkan pupuk organik, salah satunya yaitu penghijauan serta reklamasi pasca tambang.

“Ada beberapa tempat di kabupaten Kolaka yang mencoba berusaha di bidang pupuk organik ini, namun bahan dasarnya ada di Kecamatan Toari, bahkan diketahui bahwa beberapa perusahaan tambang malah mendatangkan pupuk organik dari luar daerah Kolaka, sementara disini potensi dengan usaha pengolahan pupuk organik karena bahan dasar ada disini.

Maka dari itu kami mensupport kegiatan usaha para pemuda kecamatan toari ini,” Ungkap H. Mustajab.

Menurut Dia, soal pemasaran dapat dipastikan itu ada, sebab selain perusahaan tambang, pemerintah daerah juga melalui Dinas terkait membutuhkan pupuk organik untuk bantuan ke masyarakat petani, apalagi usaha Pupuk Organik ini bisa berkolaborasi dan bermitra dengan program pemerintah daerah Kolaka melalui visi misi pasangan Beramal H.Amri Jamaluddin dan H. Husmaludin, yaitu program pupuk gratis kepada petani.

Sambutan terakhir oleh Ketua Komisi II DPRD Kolaka, Trimo mengatakan, dari hasil diskusi dengan Ketua UPK Organik bersama CV. Putra Toari Sejahtera bahwa pengolahan pupuk organik ini, selain bahan dasar kotoran ternak kambing, juga terdapat bahan campuran 20 persen dari kokopit sabut kelapa, maka dari itu diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa melalui Bumdesa atau Koperasi Merah putih untuk pengadaan sabut kelapa.

“Unit usaha pupuk organik ini potensinya selain keuntungan bagi peternak kambing juga dapat menguntungkan masyarakat atau pelaku usaha kelapa, sebab di kecamatan toari ini tampak sabut kelapa berhamburan dimana-mana, bahkan dari pantauan kami sabut kelapa hanya dibakar saja oleh masyarakat. Maka dari itu, apabila kedepan usaha pupuk organik berkembang serta meluas pemasarannya, dapat dipastikan sabut kelapa akan lebih bernilai ekonomis bagi masyarakat. Terakhir, saya atas nama Komisi II DPRD Kolaka bersama teman-teman lainnya akan mengusahakan melobi memperluas pemasaran usaha pupuk organik ini,” Tutup mantan Kepala Desa Sumber Rejeki.

Kegiatan diakhiri dengan pengguntingan pita oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kolaka bersama Ketua Komisi II, tanda peresmian Unit usaha pengolahan UPK Organik telah di buka dan berproduksi.

Lip. Melky

banner 325x300
banner 1600458

Tinggalkan Balasan