
KOLAKA, Kontekstualnews.com–Terobosan Kepala Desa Langgosipi Kecamatan Watubangga dalam pencegahan stunting dan juga berkaitan dengan ketahanan pangan, yaitu menganggarkan pembuatan kolam Serta pengadaan ikan air tawar. Program Kolam ikan ini di prioritaskan terhadap 20 Kepala Keluarga disusun 4 Tawulae, ditempatkan di halaman rumah agar mudah dalam perawatan dan pemeliharaannya.
Menurut Kades Johan Sendiang, pembuatan kolam ikan ini sebelumnya melalui proses Musyawarah Desa (Musdes), yang diusulkan oleh komponen masyarakat, dan disetujui oleh BPD Langgosipi dianggarkan melalui Dana Desa ahun 2023. Program ini tentunya juga mengacu pada PMK Nomor 201/PMK.07/2022 tentang Pengelolaan Dana Desa adalah bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023, telah dialokasikan dana desa yang dapat digunakan sebagai tambahan dana desa pada tahun anggaran 2023.
Johan Sendiang, Kepala Desa Langgosipi menyebutkan bahwa bantuan kolam yang diberikan kepada 20 KK penerima manfaat tersebut berisi ikan air tawar. Selain itu, pemerintah Desa juga akan berkoordinasi dengan Dinas perikanan untuk selanjutnya memberikan pendampingan terhadap perawatan, meski sebelumnya 20 warga penerima kolam ikan juga telah dibekali pengetahuan tentang perawatan ikan dalam kolam tersebut.
“Kami selaku Pemerintah desa telah beberapakali mengikuti pelatihan dan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan stunting ini, dan salah satunya yaitu mengedukasi masyarakat agar membiasakan anak dan ibu hamil mengkonsumsi ikan yang berprotein tinggi agar terhindar dari stunting,” Kata Kades (Kamis, 14/12/23).
(Ketgam: Kades Langgosipi Turut serta bersama warga membangun sumur air Bersih).
Dikatakan, Desa Langgosipi adalah terletak dibagian pegunungan di Kecamatan Watubanggga, yaitu kurang lebih berjarak 20 Km dari pesisir laut, maka dari itu pedagang ikan jarang masuk.
“Desa Langgosipi jauh dari pesisir pantai, maka dari itu pembuatan kolam ikan air tawar sangat bermanfaat bagi masyarakat, sebab selain dapat di konsumsi untuk penambahan gizi, juga bisa mendatangkan penghasilan warga, apabila dirawat dengan telaten, ikan bisa juga di jual untuk menutupi kebutuhan pokok lainnya,” Ungkap Kades tiga periode ini.
Selanjutnya, selain program pembuatan Kolam Ikan, Pemerintah Desa Langgosipi menanggapi sulitnya air bersih untuk warga, hingganya menganggarkan pembuatan sumur penampungan air untuk kebutuhan masyarakat.
“Desa Langgosipi yang letaknya di penggunungan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui dinas terkait telah melakukan penelitian untuk pengeboran air, namun tidak membuahkan hasil, maka dari itu sesuai usulan masyarakat kami membuatkan sumur,” Pungkasnya.
Dikatakan , untuk anggaran pembuatan sumur tahun ini dibangun satu unit di Dusun 2 PoriruaKale, dan juga ada 5 buah sumur Yang dibangun sebelumnya dilakukan perawatan. pekerjaan pembangunan sumur baru satu unit dan lima unit perawatan dikerjakan oleh warga setempat dengan sistem padat karya tunai.
(Red/Mail).
Berita Terkait











